Sabtu, 30 Juni 2018

Bangsa Besar Yang Dikerdilkan

Lihatlah betapa kecilnya Nusantara Indonesia dalam peta dunia, padahal dalam logika sehat kita, tidak akan mungkin Negara dengan 17.000 pulau, digambarkan dengan sangat kecil.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, di mana hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Papua merupakan pulau utama di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki pulau-pulau kecil seperti Bali, Karimunjawa, Gili dan Lombok yang merupakan tujuan wisata lokal maupun internasional. Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta, yang terletak di Pulau Jawa.

Dilihat dari segi geografis, kepulauan Indonesia terletak antara 5° 54′ 08″ bujur utara hingga 11° 08′ 20″ bujur selatan dan 95°00’38“ sampai 141°01’12“ bujur timur. Beberapa pulau terletak di garis ekuator. Karena itu, siang dan malam memiliki waktu yang hampir sama, yaitu 12 jam. Atas dasar letak geografis yang luas, wilayah Indonesia dibagi menjadi 3 zona waktu yaitu WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah) dan WIT (Waktu Indonesia Timur). Dari satu pulau ke pulau lainnya dapat terjadi perbedaan waktu hingga 8 jam.

Selain pulau-pulau yang indah, iklim tropis yang dimiliki Indonesia juga menjadikan Indonesia menjadi tujuan wisata yang utama. Waktu terbaik untuk berwisata ke Indonesia adalah saat musim panas yang berlangsung mulai bulan April hingga Oktober. Bulan Maret dan November merupakan pergantian musim. Pada pergantian musim, cuaca di Indonesia dapat menjadi tidak menentu. Hujan, panas matahari dan angin lebat dapat datang bersamaan dalam satu hari. Sementara itu, musim hujan biasanya berlangsung mulai bulan Desember hingga Maret.

“Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna “beraneka ragam tetapi satu” merupakan logo nasional Repulik Indonesia. Logo ini menggambarkan masyarakat Indonesia yang majemuk namun tetap satu, juga menjadi pegangan hidup masyarakat Indonesia. Hingga tahun 2016, warga negara Indonesia diperkirakan mencapai 250 juta jiwa. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia setelah Cina, India dan Amerika (Sumber: Statista.de, 2016). Masyarakat Indonesia terdiri dari sekitar 300 suku, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Cina, Dayak dan Papua. Setiap suku memiliki dialek tersendiri. Secara keseluruhan terdapat lebih dari 360 dialek yang memperkaya budaya Indonesia. Namun demikian “Bahasa Indonesia” adalah bahasa nasional yang juga merupakan pemersatu bangsa Indonesia. Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional juga merupakan bahasa yang sering digunakan di Indonesia. Bahasa Inggris masuk dalam kurikulum sekolah dasar di Indonesia dan merupakan bahasa bisnis. Selain itu, Indonesia juga memiliki kemajemukan dalam kehidupan beragama. Sebagian besar penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Kurang dari 10 % masyarakat Indonesia terbagi dalam beberapa kelompok agama seperti Katolik Roma, Kristen, Hindu dan Budha. Sebagian kecil masyarakat Indonesia juga masih memeluk agama Lokal Leluhur, seperti : Kejawen, Tolotang, Sunda Wiwitan, Buhun, Parmalim, Kaharingan yang tersebar seantero Indonesia.

Saudaraku Se-Bangsa & Se-Tanah Air, ingatlah banyak Sekali jargon asing yang mengatakan bahwa kita Negara Miskin tapi lihatlah: 
- Berapa banyak kendaraan yang wara wiri melintas setiap harinya ???
- Berapa banyak produksi kendaraan baru setiap tahunnya ???
- Berapa banyak perpindahan sementara warga setiap mudik dalam setiap tahunnya ???
- Berapa banyak warga Indonesia yang pergi haji setiap tahunnya ???
- Berapa banyak warga indonesia yang plesir keluar negeri setiap tahunnya ???
- Berapa banyak kekayaan negara ini dikeruk setiap detiknya ???
- Berapa banyak dana yang digelontorkan pemerintah, untuk mensubsidi semua hal yang diinginkan rakyatnya ???

Berapa Banyak...Berapa Banyak...Berapa Banyak ???

Silahkan, Bayangkan lalu Analisa !!!
#hentikanmengkerdilkanbangsasendiri
#indonesiatidakmiskintapidimiskinkan
#indonesiabangsakayatapiterusdimangsaasing

Salam Nusantara

Kretek Warisan Nusantara

Saya juga penikmat rokok sejak dahulu, dan sepertinya banyak hal yang selalu kambing hitamnya adalah Rokok. Yang saya mau bilang adalah dulu Leluhur kita tidak pernah menderita Kanker Laring (red.kanker tenggorokan).
Karena kenapa ??? Leluhur kita menikmati Rokok Kretek Asli Nusantara, sehingga mereka bisa menikmati masa hidup lebih lama.

Kalau anda penikmat rokok putih dari bangsa asing, sudah jelas tidak menyehatkan sama sekali, mungkin maaf Mendiang adalah penikmat rokok sejenis itu, karena saya membaca berita dibeberapa media, tidak ada keterangan jelas rokok jenis apa yang dikonsumsi mendiang.

Terus terang saya adalah penikmat Rokok Asli Nusantara yaitu Rokok Kretek karena berasal dari Tembakau Asli, bukan akal-akalan kertas diberi aroma tembakau lalu dibuat seakan-akan tembakau asli.
Dan sampai sekarang saya belum pernah membaca, ada berita dunia, yang menyebutkan seseorang meninggal akibat menikmati Rokok Kretek.

Ini Kutipan dari salah satu artikel yang saya kumpulkan :

Koordinator Masyarakat Bangga Produk Indonesia (MBPI) Fahmi Idris mengatakan, Jatim adalah penghasil dan penyumbang pendapatan terbesar di sektor cukai. Dia mencontohkan, PT Freeport di Papua hanya menyumbang Rp 20 triliun dari royalti penambangan minyak, sedangkan rokok atau cukai di Jatim menyumbang lebih dari Rp 60 triliun. Namun dampak yang ditinggalkan dari PT Freepot terhadap pembuangan limbah harus dibayar mahal oleh negara dan buruk bagi lingkungan sekitar.

“Kretek layak jadi warisan budaya dunia seperti keris atau batik. Dunia telah mengenal minuman Sake dari Jepang dan cerutu dari Kuba. Dulu saya ketika jadi menteri sempat mengusulkan Kretek menjadi national heritage,” tegasnya.

Budayawan Mohammad Sobary yang menulis pengantar dalam buku Kretek itu menambahkan, isi buku itu menekankan jangan lupa di dalam rokok mengandung 3 sudut, yakni ekonomi, politik dan budaya. Rokok adalah produk kebudayaan dan kebanggaan bangsa Indonesia yang tidak bisa dibuat bangsa lain.

“Rokok juga menyerap tenaga kerja dari hulu hingga hilir jika dilihat dari sudut ekonomi. Rokok dilihat dari politik juga menjadi titik tolak bangkitnya bangsa kita yang tidak bisa dijual ke bangsa lain,” imbuhnya.
#RokokKretekNusantara
#KretekItuMenyehatkan
#HisapTembakauBukanKertas
#AyoMerokokKretekNusantara

Pranata Luar:
www.Perpustakaan.TanahImpian.pedia.id

Salam Kretek Nusantara

Jumat, 29 Juni 2018

BOROBUDUR : Candi Budha Terbesar Di Dunia

Diseluruh dunia tersebar banyak candi, yang menyimpan berjuta-juta cerita sejarah. Namun dari sekian candi itu, ada yang tersohor lantaran, bentuknya yang digadang-gadang memiliki ukuran paling besar, termasuk diantaranya candi di Indonesia.

1. Candi Baalbek
Baalbek sering disebut juga Heliopolis, yaitu sebuah situs arkeologi yang spektakuler, ymdan berlokasi di timur Lebanon. Dari abad 1 SM, orang Romawi membangun 3 candi, seperti Jupiter, Bacchus dan Venus.
Candi diciptakan untuk menjadi yang terbesar dikekaisaran Romawi.
Candi Bacchus yang terbesar dibangun pada 150 Masehi. Candi ini mempunyai panjang 69 meter, dan lebar 36 meter.
Didindingnya terdapat 42 pilar, dan tingginya mencapai 62 kaki.

2. Candi Kristus Sang Juru Selamat
Salah satu bangunan paling mengesankan dan kontroversial, di Moscow ini, menyimpan sejarah singkat singkat tapi bergejolak. Pada awalnya setelah kekalahan Napoleon, candi ini direncanakan berdiri. Namun pembangunan tidak juga dimulai sampai 1839. Pada 1931, rancang bangunnya hancur berkeping-keping, kala masa pemerintahan Stalin. Pada 1990, Gereja Ortodoks Rusia meminta ijin untuk membangun kembali candi, yang disebut katedral ini. Pada 2000 bangunan kembali berdiri dengan tinggi 105 meter (344 kaki). Digadang-gadang menjadi gereja Ortodoks tertinggi didunia.

3. Candi Saint Sava
Candi Saint Sava terletak di Belgrade, juga merupakan salah satu gereja Ortodoks terbesar didunia. Gereja dibangun didedikasikan untuk pendiri gereja Ortodoks Serbia. Pembangunan gereja dimulai pada 1985 dan selesai 2004. Namun dekorasi internal belum rampung. Dalam bahasa inggris biasa disebut Katedral karena ukurannya. Di Serbia bangunan disebut Harm (kuil). Tinggi 91 meter (299 kaki), dengan lebar 81 meter (266 kaki). Salibnya berlapis emas, tingginya 12 meter (39 kaki), luas permukaannya 3500 meter persegi. 

4. Tikal (Candi IV)
Tikal berisi 6 piramida besar, yang terbesar adalah Candi ke-IV, dengan tinggi 72 meter (250 meter). Candi IV adalah candi terbesar, yang dibangun diwilayah Maya, melampaui Piramida Matahari di Teotihuacan. 

5. Jetavanaramaya
Candi ini terletak di kota Arunadhapura, Srilangka. Jetavanaramaya adalah stupa terbesar, jika diukur berdasarkan volumenya. Candi ini dibangun oleh Raja Mahasena di abad ke-3, yang pembangunanya memakan waktu selama selama 15 tahun. Butuh 93.300.000 batu bata panggang yang digunakan. Tingginya 120 meter (400 kaki). Jetavanaramaya adalah candi tertinggi ke tiga didunia setelah Piramida Giza. Diameter kubah itu sendiri sekitar 92 meter (312 kaki).

6. Sri Ranganthaswamy
Ranganthaswamy yang berlokasi di di Srirangam, adalah kuil yang disambangi oleh jutaan pengunjung dan peziarah setiap tahun. Luasnya 105 acre, tingginya 74 meter (240 kaki). Candi ini pembangunannya didedikasikan untuk Tuhan Ranganatha (Dewa Wisnu). Kuil Sri Ranganthaswamy adalah salah satu kuil terbesar didunia.

7. Candi Akhsardham
Candi di India ini mempunya tingi 43 meter (141 kaki), dan lebar 96 meter (316 kaki) dan 110 meter (370 kaki). Dihiasi dengan ukiran flora fauna, penari, musisi dan dewa. Candi ini dibangun menggunakan pasir merah muda dan marmer dari Carrara, Itali. Sama sekali tidak memakai baja dan beton.

8. Borobudur
Candi ini pernah masuk 7 keajaiban dunia. Borobudur adalah candi Budha terbesar di dunia. Candi ini dibangun pada abad ke- 8 dan ke-9, oleh Wangsa Syailendra. Ada sekitar 2 juta blok batu yang dikumpulkan untuk membangunnya. Borobudur dibagi menjadi 3 bagian, yaitu dasar, tubuh dan atas. Bagian dasar memiliki ukuran 123x123 meter (403,5x403,5 kaki), dengan tinggi dinding 4 meter (15 kaki). Total luas permukaan sekitar 2500 meter persegi. Bagian tubuh terdiri atas 5 platform persegi, masing-masing punya tingkat berbeda. Bagian atas adalah Stupa monumental, dengan kubah utama terletak dipusat. Kubah ini memiliki tinggi 35 meter (115 kaki) dari permukaan tanah.

9. Karnak (Great hypostyle Hall)
Karnak adalah komplek candi kuno terbesar didunia, dan merupakan gabungan dari banyak generasi pembangun di Mesir. Area aulanya mencapai 5000 meter persegi (50.000 kaki). Ada 134 kolam besar, disusun dalam 16 baris, dengan atap yang sekarang sudah hancur. Dan tingginya 24 meter (80 kaki). 

10. Candi Angkor Wat
Angkor Wat adalah komplek candi yang luas, yang berlokasi di Kamboja. Kawasannya menampilakan sisa-sisa beberapa ibukota kekaisaran Khmer, dari abad ke-9 sampai ke-15. Kuil Angkot Wat bisa disaksikan dari seluruh kota. Bagian luar Angkot Wat memiliki ukuran 187 x 215 meter (614 x 705 kaki). Pada tingkat kedua kawasan iti memiliki ukuran 400 x 115 meter (328 x 377 kaki). Menara diatas memiliki tinggi 65 meter (215 kaki) diatas tanah.

Itulah 10 Candi terbesar di dunia. Jangan kita pernah lupa, bahwa Bangsa tercinta, begitu banyak kekayaan yang telah diwariskan para Leluhur Bangsa, yang sudah seyogyanya, kita sebagai generasi penerus, bisa turut serta untuk selalu melestarikannya.

NASDEM : Politik Tanpa Mahar

Partai NasDem membulatkan tekad politik tanpa mahar. Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengungkap, NasDem sejatinya bisa meraup pemasukan besar sejak mengikuti pilkada beberapa waktu terakhir jika menerapkan mahar politik. 

"Tiga kali pilkada (yang diikuti) potensi pemasukan keuanganya itu perlu saudara-saudara ketahui, tidak kurang dari Rp1 triliun," kata Surya Paloh dalam konsolidasi kader NasDem se-Jawa Barat di Bandung, Jabar, Minggu 4 Maret 2018.

Kalau mau, kata Surya, NasDem bisa saja tak menolak duit itu. Apalagi, ongkos sebagai partai politik, tidak sedikit.

"Rp1 triliun ditolak oleh partai ini? Partai baru ini? Mungkin kalau kita sumbangkan untuk paslon Jabar ini, pasti menang ini," ujarnya.

Surya Paloh juga mengungkapkan, ketika Pemilu 2014, NasDem menolak uang Rp57 miliar uang kebutuhan saksi yang disiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dana yang disiapkan KPU dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu sejatinya untuk membiayai keperluan saksi parpol di 575 ribu tempat pemungutan suara (TPS).

"Uang (saksi) itu tidak kurang dari Rp57 miliar. NasDem tidak mau terima," ujarnya. 

Surya mengatakan, kala itu NasDem juga mengajak partai lainnya untuk turut menolak uang saksi yang disiapkan KPU. Sampai akhirnya, seluruh partai tak mau menerima dana saksi itu.

"Sama-sama kita tidak terima uang saksi, banyak yang komentar, ini sombong ini partai baru ini, mentang-mentang bosnya orang kaya, dia tidak terima uang. Salah lagi kita mau menerapkan moral, kita dibilang sombong," selorohnya.

Pada akhirnya, kata Surya, dana saksi disiapkan oleh Ketua Umum DPP. Uang itu lalu disebarkan kepada seluruh pimpinan-pimpinan wilayah dan dibagikan kepada para saksi. 

Kamis, 28 Juni 2018

Intuisi Sang Nahkoda

Pada Desember 2017 lalu Partai Nasdem membuat keputusan paling dramatis dalam sejarah pilkada.  Nasdem tetiba memberikan kapalnya kepada Edy Rahmayadi Musa Rajecksha untuk ditumpangi.  Ini di luar dugaan banyak orang. 

Pasalnya kader Nasdem sendiri Tengku Rizal Nurdin yang juga gubernur petahana Sumut malah harus gigit jari melihat surat rekomendasi Nasdem pindah ke tangan Edy Ijeck.

Banyak yang mencibir keputusan Nasdem kala itu. Tidak mudah memang menerima cara berpikir Surya Paloh yang berputar arah melawan kelaziman. Ini seperti kisah Julius Caesar yang menyerahkan kekuasaannya pada panglima perangnya sendiri bukan kepada anak kandungnya.

Intuisi Julius Caesar melihat negara akan runtuh jika mahkota kerajaan diberikan kepada anak kandungnya.  Demi keselamatan negara, Julius terpaksa memberi kepada panglima perangnya. Sekalipun hatinya tidak terima, hitungan intuisinya tidak bisa disangkalnya.

Seorang nakhoda ulung digembleng oleh badai dan kerasnya ombak. Ia dibentuk oleh alam yang seketika bisa berubah cuaca dalam hitungan menit. 

Keputusan untuk menaikkan layar,  menurunkan layar, membelok sekian derajat saat di samudra luas harus benar-benar tepat. Jika tidak alamat kapal akan tenggelam.  Tidak bakal ada seorangpun akan menolong kapalnya dan seluruh anak buahnya.

Surya Paloh sebagai kapten kapal Nasdem yang baru tumbuh berkembang 5 tahun, patut diacungi dua jempol atas kepiawaiannya menakhodai Kapal Nasdem.  Ia punya kecakapan mumpuni secara teknis administratur. Ia punya leadership yang kuat. Dan ini yang spesial yang mungkin menjadi kelebihannya yaitu intuisi.

Keputusan strategis paling lentur Surya Paloh adalah saat Surya Paloh dengan dada lapang mendeklarasikan Ridwan Kamil tanpa embel-embel RK harus masuk menjadi kader partai. Deklarasi Nasdem mendukung RK cukup megah kala itu.

Surya dengan tangan terbuka merangkul RK semata dengan keyakinan bahwa ide,  gagasan,  nilai yang akan disuarakan Nasdem tidak melulu karena RK menjadi kader Nasdem.  LNilai dan gagasan Nasdem adalah nilai RK itu sendiri.  Melebur dalam jiwa dan nafas RK itu sendiri. Bukan dalam jaket partai atau baju partai yang membungkus RK.

Ini berbanding terbalik dengan nakhoda Megawati Soekarno Putri. Mega menutup pintu pada RK karena ada syarat yang tidak bisa dipenuhi RK. Mega menolak RK karena tidak mau terperosok jatuh ke dalam lubang yang sama kedua kalinya. Mega pada Pilkada sebelumnya menelan pil pahit dikhianati cagub yang diusungnya karena setelah menang dengan gampang si cagub berpindah partai. 

Sebut saja Bibit Waluyo di Jateng, Gamawan Fauji di Sumbar,  I Made Mangku Pastika di Bali dan Lukas Enembe di Papua. Mereka adalah orang luar yang mendapat tiket dari PDIP tapi berpaling ke partai lain ketika terpilih. Sejak saat itu, arah kebijakan Mega berubah drastis.  Calon kepala daerah PDI P sebisanya harus dari kader PDI Perjuangan.

Kemarin para peserta kompetisi perahu layar antar partai memulai lomba. Hasilnya sudah keluar berdasar hitung cepat.  Dari hasil quick coint lembaga survei SMRC,  Charta Politika, Indo Barometer dan LSI, Partai Nasdem keluar sebagai juara umum. 11 Cagub Cawagub yang diusung Nasdem keluar sebagai pemenang. Sementara PDIP harus menerima kekalahan sebagai partai yang paling buncit diurutan bawah.

Surya Paloh dan Megawati Soekarno Putri adalah dua nakhoda besar dalam khasanah perpolitikan nasional. Surya Paloh lahir dan besar dengan gelora Bung Karno dalam setiap pidato dan ucapannya. Megawati anak Bung Karno yang terus mengawal Pancasila dan NKRI dalam helaan nafas kader partainya.

Hari ini,  dua tokoh politik papan atas nasional Surya Paloh dan Megawati melihat papan catur di depannya. Surya nampak sumringah, Mega terlihat datar dingin.

Kedua nakhoda senior yang punya jam terbang tinggi ini mengajarkan kepada kita dua persfektif dalam berlayar mengarungi samudera maha luas berpolitik. Lentur dalam mengemudi. Atau rigid dengan segala konswekensinya.

Selamat buat Partai Nasdem yang keluar sebagai pemenang pilkada serentak..

Selamat buat Nakhoda mumpuni Surya Paloh...

Salam Restorasi

Kamis, 21 Juni 2018

Hasil Rapat Dengan KPU Soal Tahapan

Secara garis besar jadwal Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 sebagaimana terlampir dalam PKPU itu adalah:

1.Pendaftaran Calon Anggota DPD RI: 2 Juli 2018 – 8 Juli 2018;

2.Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD RI: 21 September 2018 – 23 September 2018;

3.Pengajuan Daftar Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 4 Juli 2018 – 17 Juli 2018:

4.Pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 21 September 2018 – 23 September 2018;

*5.Pendaftaran Pasangan Calon Presiden – Calon Wakil Presiden: 4 Agustus 2018 – 10 Agustus 2018;*

*6.Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden: 20 September 2018;*

*7.Penetapan nomor urut pasangan calon: 21 September 2018;*

*8.Kampanye Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden: 23 September 2018 – 13 April 2019;*

*9.Masa Tenang: 14 April 2019 – 16 April 2019;*

*10.Pemungutan dan Penghitungan Suara: 17 April 2019;*

*11.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 25 April – 22 Mei 2019;*

12.Peresmian Keanggotaan: a. DPRD Kabupaten/Kota: Juli-Agustus 2019; b. DPRD Provinsi: Juli-Agustus 2019; dan c. DPR dan DPD: Agustus-September 2019;

Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Putaran Kedua:

1.Sosialisasi: 18 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;

2.Kampanye Putaran II: 22 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;

3.Masa Tentang: 4 Agustus 2019 – 6 Agustus 2019;

*4.Pemungutan Suara: 7 Agustus 2019;*

*5.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 15 Agustus – 1 September 2019;*

*6.Penetapan hasil Pemilu: 2 September 2019 – 4 Septembe 2019;*
7.Penetapan hasil Pemilu pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (jika ada sengket): 17 September 2019 – 23 September 2019; dan

8.Sumpah Janji Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden: 20 Oktober 2010

PKPU No. 7/2017: Capres/Cawapres 2019 Didaftarkan 4-10 Agustus 2018, Pemilu Serentak 7 April 2019 

Sumber : http://setkab.go.id/pkpu-no-72017-caprescawapres-2019-didaftarkan-4-10-agustus-2018-pemilu-serentak-7-april-2019/ : 

Hasil Rapat Dengan KPU Soal Tahapan

Secara garis besar jadwal Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 sebagaimana terlampir dalam PKPU itu adalah:

1.Pendaftaran Calon Anggota DPD RI: 2 Juli 2018 – 8 Juli 2018;

2.Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD RI: 21 September 2018 – 23 September 2018;

3.Pengajuan Daftar Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 4 Juli 2018 – 17 Juli 2018:

4.Pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 21 September 2018 – 23 September 2018;

*5.Pendaftaran Pasangan Calon Presiden – Calon Wakil Presiden: 4 Agustus 2018 – 10 Agustus 2018;*

*6.Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden: 20 September 2018;*

*7.Penetapan nomor urut pasangan calon: 21 September 2018;*

*8.Kampanye Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden: 23 September 2018 – 13 April 2019;*

*9.Masa Tenang: 14 April 2019 – 16 April 2019;*

*10.Pemungutan dan Penghitungan Suara: 17 April 2019;*

*11.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 25 April – 22 Mei 2019;*

12.Peresmian Keanggotaan: a. DPRD Kabupaten/Kota: Juli-Agustus 2019; b. DPRD Provinsi: Juli-Agustus 2019; dan c. DPR dan DPD: Agustus-September 2019;

Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Putaran Kedua:

1.Sosialisasi: 18 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;

2.Kampanye Putaran II: 22 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;

3.Masa Tentang: 4 Agustus 2019 – 6 Agustus 2019;

*4.Pemungutan Suara: 7 Agustus 2019;*

*5.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 15 Agustus – 1 September 2019;*

*6.Penetapan hasil Pemilu: 2 September 2019 – 4 Septembe 2019;*
7.Penetapan hasil Pemilu pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (jika ada sengket): 17 September 2019 – 23 September 2019; dan

8.Sumpah Janji Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden: 20 Oktober 2010

PKPU No. 7/2017: Capres/Cawapres 2019 Didaftarkan 4-10 Agustus 2018, Pemilu Serentak 7 April 2019

Sumber : http://setkab.go.id/pkpu-no-72017-caprescawapres-2019-didaftarkan-4-10-agustus-2018-pemilu-serentak-7-april-2019/ :